Cerita Aku, seorang anak SMA

Mengisi masa muda dengan seragam putih abu-abu. Belajar mencari jati diri untuk menjadi manusia dewasa dengan pikiran cerdas.




Menyusuri jalanan pagi dengan matic putih, roda itu semakin berputar jauh...hingga aku berhenti pada tujuanku. Ya... SMA.

Sekolah Menengah Pertama Negeri yang terkenal di kota Denpasar.
Awalnya aku cemas. Jarak sekolah yang jauh membuat aku takut.

Bukan hanya itu, pengalaman buruk saat SMP sebagai orang yang pernah merasakan Bullying membuat aku cemas, jika nanti di SMA aku mengalami hal serupa.

Masa MOS dan PDSB yang cukup membuat hati dan pikiran selalu cemas dan takut akhirnya aku lewati dengan baik dan berkesan mendalam di hatiku.

Sekarang aku memulainya dengan mengisi hari - hari belajar sebagai anak SMA.
Apa yang aku pikirkan ?

"Bagaimana teman - temanku nanti ?" pikirku

Ternyata,... Tuhan menyayangiku.
Doa yang aku panjatkan, menginginkan teman yang baik dan ramah kepadaku...
Itu terjawab sudah. Lebih dari yang aku bayangkan. Tuhan memberikan teman yang sangat baik dan kami saling mengerti satu sama lain.








Oya, untuk kalian tahu. Tahun ajaran 2013/2014 menggunakan Kurikulum 2013.
Yang paling istimewa dari Kurikulum sebelumnya adalah penentuan jurusan pada awal kelas X yang semulanya ditentukan kelas XI.

Cukup bingung ?
Ya aku bingung. Dulu saat SMP, aku pernah bercita - cita menjadi Bidan. Namun saat liburan Ujian Nasional. Aku berpikir apakah itu benar - benar cita-citaku ?
Apa aku mampu dan berani mewujudkannya ? Benarkah itu bakatku ?

Dengan bimbingan penuh dari orangtuaku, aku akhirnya berpikir.
Aku rasa bakatku lebih kepada IT dan pekerjaan yang santai tapi profesional.
Profesi sebagai Akuntan Pajak pun terlintas dipikiranku. Mendengar penjelasan ayah tentang gambaran pekerjaan Akuntan Pajak membuat aku penasaran. Dan aku rasa itu cocok dengan bakatku.

Kembali lagi di SMA, disela - sela hari PDSB. Sekolah mengadakan test IQ terhadap siswa baru,
Hasil test IQ yang aku dapat sangat baik.
Dipojok bawah tertulis rekomendasi jurusanku adalah IPA.
Pada rekomendasi pekerjaan tidak ada tertulis akuntan pajak atau nama lainnya.
Ya... jelas memang hasil test numerikku itu sedang bawah. hahhahaa...

Saatnya menulis data berisi minta penjurusan dari BK.
Akupun merundingkannya bersama orang tua.
Ayah hanya menasihatiku, untuk memilih jurusan sesuai minatku.
Aku katakan, "Terlalu memaksa jika saya di IPA. Karena saya lebih nyaman dengan pelajaran menghafal. Lagi pula IPA memiliki pelajaran yang berisi logika. Dan dengan kurikulum baru. Jika kita jurusan IPA haruslah melanjutkan di fakultas jurusan IPA nantinya. Sedangkan, keinginanku menjadi akuntan pajak. Akan susah jika aku memilih IPA. Terlebih lagi keinginanku lanjut ke STAN-Jakarta."

Akhirnya aku berani menulis di kertas data itu, "IPS"
Semua data aku isi sesuai hati nuraniku.

Dan hasilnya, aku mendapat kelas IPS.
Banyak yang berpikir IPS itu adalah kelas dengan anak - anak yang tidak pandai dan buruk. Mungkin itu hanya kebetulan.
Tidak ada keistimewaan yang berlebihan diantara keduanya.
IPA - IPS itu sama. 

Akhirnya mulai menempati kelas X IPS.
Awalnya kami terdiri dari 44 siswa. Kini 47 siswa.

Aku pilih bangku di depan. Hari itu aku berkenalan dengan teman - teman di sekitar bangku terlebih dahulu. Dan aku cukup berhati - hati dan menjaga sikap.

Sebisa mungkin aku bersikap sopan, dan mereka juga sopan.

Saat mulai minggu pertama belajar. Memang ada teman yang suka ribut di kelas dan seperti susah diatur. Aku sempat frustasi menghadapai hal seperti ini. Tapi aku menyadarkan diriku, Ini SMA bukan SMP. Sebisa mungkin aku bersabar dan memahami sikap mereka. Dan pada akhirnya, mereka semua baik tidak seburuk yang aku pikirkan :)


Nah, tiap siswa diwajibkan memilih satu extra.
Apa yang aku pilih ?
Aku memilih Softball. Kenapa bisa ?

Ini berawal dari gertakan pionirku , hahahhaa
Saat MOS kita harus mengumpulkan tanda tangan pionir dan OSIS.
Waktu itu aku ingin meminta tanda tangan pionir Eva.
Hahahaa... syarat jika ingin meminta tanda tangan pionir Eva adalah ikut extra Softball.

"Ya ngga harus sih. Tapi waktu latihan pertama kalian harus ikutin. Awa kalo ngga ikut ! Kakak hafal wajah kalian." tegas pionir Eva

Aku bersama teman seperjuanganku, Nanda. Hanya berkata ,
"Siap !"

Sebenarnya walau aku tidak mendaftar extra Softball. Itu bukan masalah.
Tapi setelah aku pikir, aku jenuh dengan kegiatan akademik dan aku perlu bergaul dengan baik.

Akupun memutuskan mendaftar extra Softball. SMS pun aku kirim kepada salah satu senior Softball. Aku ingat waktu itu, aku mendaftar melalui SMS ke kak Tifanni :)

Jumat, hari latihan Softball pun tiba. Yes~
Aku kembali takut. Ini pertama kalinya aku ikut extra yang berunsur olahraga.
Badanku pun kaku dan sangat susah bagiku untuk catch ball.
Bahkan melempar bola yang anak kecil bisa lakukan pun aku tidak bisa. Semua karena takut.

Tapi sungguh baiknya kakak senior Softball ^^
Dengan sabar mereka mengajari kami. Junior baru xD

Awal - awal latihan, aku itu malas latihan dan paling anti hari Jumat.
Karena aku tidak bisa dan aku takut latihan :D
Lebih tepatnya malu karena tidak bisa.

Dan.... pertandingan Hideki Cup menanti.
Seminggu sebelumnya kami wajib latihan.
Sepulang sekolah kami selalu latihan seminggu berturut - turut.

Pulang sekolah pukul 13.30, setelah itu pulang ke rumah.
Mandi dan makan, setelaha itu pukul 14.30 berangkat lagi ke sekolah untuk latihan.
Oya nama lapangan kami adalah LaUt (Lapangan Utara) letaknya di sekolah kami. Ya sekolahku memang terluas diantara seluruh sekolah di kota Denpasar. Bangga aku dengan sekolahku.

"Apa lelah dengan latihan seperti itu ?"
Ya awalnya dengan berat hati aku latihan. Panas dan capek itu yang membuat aku malas.

Hari demi hari latihan, aku mulai terbiasa. Terbiasa pula tiap hari pulang jam 19.00
Dan dengan lelah harus belajar untuk besok.

Seminggu berlalu, pertandingan pun dimulai.
Untuk pertandingan ini, aku tidak ikut langsung bermain. Hanya menonton kakak senior kami dan beberapa orang teman yang memang sudah baik mainnya.
Melihat serunya pertandingan Softball ini membuat aku termotivasi untuk rajin latihan.

Pelajaran yang aku dapat adalah ,

"Siapa yang hebat dialah yang terpilih. Tidak bisa ? Berusahalah."
"Jika kamu bersama kelompok. Semangatilah temanmu. Karena semangatmu adalah semangat dia."

Dan saat ini , hari Jumat uang semulanya aku takuti itu. Malah menjadi hari yang paling aku tunggu dalam seminggu. Sudah hari Jumat...
Yey~! Aku sangat bahagia.

Selain itu aku juga sudah lebih akrab dengan teman - teman kelas X dan akrab dengan kakak senior kami.
Lebih menyenangkannya lagi. Latihan itu terasa ceria karena selain latihan. Kami juga saling menghibur dengan hal - hal lucu. Mulai dari kelucuan saat bermain sampai celotehan yang tidak bisa membuat tawa itu tertahan.

Yey~! Full of happiness. Begitu aku menyebutnya.

Oya, aku rasa ini sedikit lucu.
Seorang junior sepertiku, yang aku rasa aku itu orangnya pendiam jika belum akrab dengan seseorang. Dan ada seseorang yang masih ada hubungannya dengan softball dan dia laki - laki. Orang itu"menembak" aku. Mengertikan dengan istilah menembak.

wkwkkkk... aku tidak tahu tentang orang ini. Yang aku tahu dia pitcher saat latihan batting. Lucunya lagi, dia bertanya , "Apa aku sudah punya pacar ? Dan apa aku mau menjadi pacarnya ?"

Ya Tuhan. Ini sangat sangat membuat aku malu.

Dengan baik aku menjawab,
" Maaf aku tidak boleh pacaran."

Ya... orang ini ingin PDKT.
PDKT ???

Sudahlah...aku tidak terlalu menanggapinya dengan serius.
Toh pasti ini hanya iseng dan tidak mungkin serius.

Dan apa yang terjadi jika kami bertemu saat latihan ?
Hanya diam tidak menyapa... hahahha...

seakan aku itu orang yang pendiam. Padahal kalau berbicara dengan kakak senior, pelatih , atau bersama teman - teman kelas X aku itu akrab banget. Dan kami saling berceloteh lucu :)

Tapi tidak dengan orang ini. Dan menurut aku orang ini memang sangat sangat "jaga image" alias JAIM.

Paling tidak bisa bersosialisasi dengan orang JAIM deh ;(
Jadinya ya, terkesan kaku kalo di depan orang ini.

Sudahlah lupakan :P

Ini cerita singkatku. Mungkin sangat singkat ?
hahahhhaa....

Popular Posts