Brand Make Up Lokal dan Ngomongin Cinta Produk Dalam Negeri

Halo readers :)
Karena ngomongin soal produk dalam negeri, kali ini ngga pake bahasa sok English deh. Walaupun masih tetep aja bakal ada kata - kata serapannya, tapi ngga masalah juga kalo belajar bahasa Inggris. Bukan berarti cinta negeri sendiri terus ngga mau belajar bahasa asing. Yang bener itu antara cinta bahasa sendiri dan belajar bahasa asing untuk menambah wawasan. Iya kali cita - cita liburan ke London tapi ngga tahu bahasa Inggris (misalnya). Tapi kan ya sekarang sudah ada pemandu wisata yang bisa menerjemahkan untuk wisatawan ?

Daripada maksa bahas bahasa asing dan pariwisata hehhee...
Maklum lah anak muda baru tau teori dan ngomong doang, belum tau realita dunia :D

Beberapa jam yang lalu aku mengunggah gambar tentang MEA 2015 (Masyarakat Ekonomi Asean) di Line seperti ini :


Nah seorang senior pun memberi komentar,
"Lalu bagaimana sikap Gek (panggilanku) ?"

Karena pengaruh materi buku paket Ekonomi aku jawablah,
"seharusnya  mulai dari kualitas SDM dulu (seperti kebijakan dlm pendidikan, kurikulum yg pasti ngga cuma percobaan mulu tiap tahunnya), abistu kebijakan pemerintah dalam perekonomian.  jangan cuma jadi pembeli yg konsumtif dgn produk luar jangan sampai produk dlm negeri kalah saing dgn produk luar. Tapi ya konsumen kan perlu kualitas juga dlm membeli, nah tantangan juga utk produsen dlm negeri utk meningkatkan kualitas produknya :), dan selanjutnya.....
saya mau nyontek di buku paket dulu ya wkwkkk "

Btw aku punya waktu 15 menit aja untuk blogging karena mau siap - siap ke sekolah nih,
Langsung ke inti pembicaraan.

Nah aku pakailah contoh bahwa mencintai produk dalam negeri itu contohnya,
aku lebih memilih brand MakeUp lokal, selain harganya lebih murah , kualitasny ajuga ngga kalah dengan brang luar negeri dan juga aman.

Tapi ya balik lagi tiap konsumen punya selera dan mencari kualitas kan?
Sah - sah aja kalo mau pilih brand dari mana,

Cuma ya kalo ngomongnya cintailah produk lokal, tapi ngga mau memulai dari hal - hal kecil, kan sama aja kalo istilah gaulnya,
"Cuma speak doang."
Tapi aku ngga munafik kok, brand makeup aku ada juga yang dari luar contohnya aja Revlon, Maybelline,  Etude House.

Karena masalah selera ngga bisa diatur, ya ngga ?

Eh tapi siapa tau, dari suka pake brand lokal, terus ngerasa kurangnya di sini di situ, bisa ngasi masukan buat produsen cosmetic/makeup dalam negeri untuk memperbaiki kualitas produknya. Misalnya eyeshadow ini kurang pekat warnanya, eyeliner ini cepet lunturnya, lipstick ini berasa kayak lilin kalo dipake.
Nah siapa tau tahu kedepannya malah brand lokal Cosmetic/MakeUp Indonesia yang kualitasnya semakin bagus malah diekspor ke luar negeri ?
Biar kece gitu dengernya, brand Sari Ayu (misalnya) ada di Mall Singapura :)
Selama ini dengernya kan, beli MAC di Singapura.

Menurut aku kayak aktivitasnya beauty blogger yang jauh lebih senior dan profesional di atas aku, review kalian , em termasuk aku deh (walaupun belum termasuk senior dan profesional) hehhe , review kita ngga cuma berguna untuk konsumen lain yang mau tahu soal produk, tapi bisa masukan untuk produsennya juga.
Sekarang, gimana kepekaan produsen untuk melihat pasar aja.
Mau menerima masukan untuk memperbaiki kekurangan produknya :)

Tapi ya, kualitas berbanding lurus dengan harga hehhee...
Jadi ya kalo misalnya lipstick yang harga 20 ribu terus naik jadi 35 ribu tapi kualitas (daya tahan, warnanya) makin bagus, kenapa ngga ?

Jangan egois jugalah minta kualitas bagus tapi harga murah terus.
Harus realistis :)

Oiya btw, ini hp dan laptop yang saya pake untuk blogging juga produk luar negeri, yah gimana dong ? Apakah aku cuma "speak doang" tentang cinta produk dalam negeri ?
Semua itu balik lagi, apa yang ada di pasaran, konsumen juga perlu kualitas kan :)


Ok sekian :)





Popular Posts