Skip to main content

Tata Rambut Tradisional Bali

Rambut adalah mahkota bagi para wanita. Rambut yang sehat dan terawat akan menambah kecantikan rambut itu sendiri, Jaman dahulu para wanita identik dengan rambut panjang khususnya para wanita di Bali.
Rambut panjang menjadi identitas para wanita di Bali. Apalagi yang menjadi penari atau disebut pragina.

Kalau jaman sekarang, walaupun tidak semua wanita di Bali memiliki rambut yang panjang seperti wanita Bali tempo doeloe, tetapi masih ada wanita Bali yang membiarkan rambutnya panjang, contohnya aku dan salah satu teman di sekolah yang namanya akan dibahas pada post ini hehhee. Mau rambut panjang atau pendek, semua itu masalah selera gaya rambut masing - masing.

Jaman dahulu mengikat rambut merupakan suatu kewajiban karena rambut panjang yang terurai berkaitan dengan mistis. Beberapa mitos yang aku tahu saat ini masih ada di masyarakat Bali tentang rambut yaitu jangan mengurai rambut saat membuat upakara (upakara adalah sarana untuk upacara suci keagamaan), jangan mengurai rambut saat sembahyang dan saat memasuki area suci (Pura), jangan mengurai rambut saat sandi kala (pertemuan siang/sore menuju malam), jangan menyelipkan sisir di rambut saat sandi kala, hati - hati membuat helai rambut yang rontok atau setelah dipotong, dan sebagainya.

Mengapa tidak boleh mengurai rambut saat membuat upakara atau istilahnya majejaitan/metanding. Secara logika sangat repot jika saat mengerjakan sesuatu sambil duduk dan menunduk dengan waktu yang lama dan rambut terurai. Ya ngga?

Aku pernah baca dari buku Ida Bagus Sudarsana tentang Upakara Yadnya (maaf ya lupa nama bukunya )
disebutkan hal di bawah ini :



Readers pasti sudah tahu kan kalau rambut aku panjang. Waktu SD saat membantu ibu membuat upakara, nenek menegurku karena rambut aku tidak diikat.
Lalu aku bertanya, "Napi ngranayang yen majejaitan ten dados megambahan bokne ?"
artinya  "Apa yang menyebabkan saat majejaitan atau membuat upakara tidak boleh diurai rambutnya?"

Jawaban klasik, singkat , padat , dan jelas "Nak mule keto." artinya "Memang begitu."

Nah sekarang aku sudah tahu alasannya, kenapa saat membuat upakara rambut kita tidak boleh
diurai :)
Sejak jaman dahulu rambut bagi wanita di Bali sangatlah berharga, seperti yang aku bilang di awal. Memiliki rambut panjang melebihi pinggang suatu ciri khas wanita Bali, hingga sekarang itu masih lekat di masyarakat Bali khususnya bagi pragina (sebutan penari).
Em, kalo aku sih pragina bukan tapi suka nari dan kebetulan aja rambutku panjang hehhhee
Sering dikira pragina sih sama orang - orang, tapi bukan :(
tapi sebenernya pingin jadi pragina :D

Sesuai dengan judul post kali ini aku mau bahas tata rambut tradisional wanita Bali. Secara umum ada dua jenis yang identik dengan pusung atau mapusungan. Yaitu pusung gonjer dan pusung tagel.

Apa sih perbedaan keduanya ?

Pusung gonjer untuk anak - anak dan remaja.
Sedangkan pusung tagel atau disebut juga sanggul, untuk wanita yang sudah dewasa atau sudah menikah.

Bisa dilihat video di bawah ini bagaimana cara membuat pusung tagel atau mesanggul dari Salon Agung.



waktu belajar pusung tagel pertama kalinya dengan guru, Bu Putri.
Waktu itu belajar dari membentuk batun pusungan dan tagelnya.

Bagaimana dengan pusung gonjer?  Tidak jauh berbeda dengan pusung tagel.
Pertama rambut harus disasak sesuaikan dengan bentuk wajah. Kemudian gunakan cemara atau antol (rambut palsu) untuk membentuk pusung. Ada dua bentuk yaitu batun pusungan dan sisanya dibiarkan saja.

Hasil praktek Pusung Gonjer pertama kalinya untuk orang lain. Dia adik kelasku dan  namanya Asri.
Ini waktu lomba nyurat aksara dalam rangka Pekan Seni Remaja Kota Denpasar 2015.

Oiya akhir - akhir ini aku suka banget perhatiin tata rambut lelunakan di instagram.
Lelunakan adalah tata rambut yang identik dengan balutan selendang di kepala. Dahulu biasanya digunakan oleh wanita berumur, atau pegantin wanita berkepala empat.
Tapi kalo sekarang lelunakan sudah dimodifikasi dengan bunga - bunga mas dan cocok untuk segala usia, bahkan tambah cantik deh :)

salah satu gerakan pada tari Tenun

Salah satu ciri khas tari tenun adalah menggunakan lelunakan, karena tarian ini jenis tari tradisional yang menceritakan kehidupan masyarakat Bali pesisir sebagai nelayan dan mengelola hasil tangkapannya.
Ada juga tari Bali lainnya yang menggunakan lelunakan seperti tari Nelayan (untuk penari wanita).


Oiya aku pernah diajarin mesanggul sama guru tariku :) awalnya susah dan ribet, rambut harus disasak dan saat rapiin rambut itu rontok parah.
Tapi semua pengorbanan itu pastinya ada ilmu yang didapat, kan jadi bisa menyasak rambut sendiri :)
Kemarin juga aku coba belajar buat lelunakan dari lihat foto - foto, jujur nih masih banyak perlu belajar.







Di foto mungkin ngga kelihatan salahnya dimana, tapi ini masih salah. Aku sadar banget kekurangannya dimana :)


Ada juga temen aku nih, namanya Dayu Anggun. Dia mau jadi model lelunakan untuk amatiran kayak aku wkkwkk
Next post aku ceritan behind the scene-nya :)
Ini nih hasilnya...






Masih perlu dilatih lagi nih soal lelunakan :)
Semoga deh bisa belajar terus hehhhe


Ok sekian post aku kali ini :) 
See you soon :)





Comments

Popular Posting

REVIEW : Wardah Everyday Luminous Creamy Foundation Extra Cover

Hi readers,  Itu dia video tutorial make up aku di YouTube. Sedikit mencoba menjadi "beauty vlogger" katanya jagat internet. Ya dicoba saja, siapa tau tutorialnya berguna hehhee
Seperti yang kalian lihat pada video, pada saat itu aku memiliki bekas jerawat dan kemerahan pada wajah. Tentunya amat sangat mengganggu ketika ingin tampil dengan kulit mulus tanpa noda. Dan ngga mungkin dong pakai sunlight supaya "bersih tanpa noda" Oke ini terlalu memaksa humornya saudara-saudara :D Maklum lah akhir-akhir ini terlalu sering bawaan serius dari mulai nge-OSPEK mahasiswa baru dan kegiatan kepanitiaan lainnya. "Yah kamu sih, ngapain repot-repot amat ikut begituan di kampus? Mending diem aja ngeVlog atau seringin lagi blogging."
Oke ini tahap curhat =.=  Nanti deh Diah cerita bagaimana menikmati setahun menjadi mahasiswa, tentunya pada judul posting berbeda :)
Oke kita ke topik utama, akan mereview Wardah Everyday Luminous Creamy Foundation Extra Cover. 

Rias Tari Bali (Part II di tahun 2016)

Bali terkenal akan seni yang menjadi ciri khas budaya yang membuatnya tersohor hingga ke mancanegara. Salah satunya seni tari. Tari Bali memiliki ciri khas diantara tarian daerah lainnya di Indonesia. Mulai dari gerakan yang dinamis, musik pengiring yang penuh semangat menggelora, hingga tema tarian mulai dari manusia, flora, hingga fauna. Kostum dan riasan tari Bali pun memiliki pakem tersendiri. Terutama riasan wajahnya yang paling menonjol pada bagian mata. Perpaduan 3 warna utama eyeshadow yaitu merah, biru, dan kuning. Serta bentuk alis yang tebal disesuaikan dengan karakter tari tersebut.
Kali ini, Diah's Blog sangat tertarik untuk membahas "Rias Tari Bali" yang sumber informasinya dari pengetahuan pribadi dan bertanya dengan penari Bali atau disebut pragina (dibaca pregine).

Pertama Diah bahas soal produk-produk tata rias yang digunakan pada Rias Tari Bali.

1. Foundation
Biasanya sih merk foundation yang terkenal dipakai para penari Bali adalah Cryolan…

REVIEW : Viva Perfect Matte Lip Color (Lipstick Matte Terbaru dari Viva Cosmetics)

Hi readers,  Kalau kalian sudah mengikuti blog aku dari zaman aku SMA, pastinya ngga asing demgan review produk dari Viva. Dari SMA kelas 1 aku sudah punya 5 lipstick Viva yang kemasannya biru dongker itu. Viva punya kurang lebih 53 warna untuk seri lipstick yang terdahulu itu lho! Mau cari warna apa aja ada, tapi lipstick yang hasilnya satin finish look/glossy finish kayaknya di masa kini kurang kece ya ?
Hmm, semua terjadi ketika lipstick matte dan lip cream makin terkenal. Kalian melupakan lipstick model lama itu girls ? Wwkwkkk jadi drama deh
Namanya lipstick matte hasilnya lebih kalem ya tanpa efek glossy terus juga lebih awet (tanpa makan dan minum). Nah, untuk itu Viva Cosmetics hadir dengan produk lipstick matte-nya ! YEY!!! Pertama kali lihat di instagram @viva.cosmetics kalau mereka mau launching produk ini aku langsung pesan lewat online shop resmi mereka di www.vivacosmetics.com .
Seminggu yang lalu aku beli 3 shade dari Perfect Matte Lip Color yang merupakan produk kelua…

REVIEW : Wardah C-Defense DD Cream with SPF 30

Hi readers,  Selamat pagi dan siap-siap untuk beraktivitas. Yesss~~~ masih libur, hehhe 
Seperti janji di posting sebelumnya aku mau review Wardah DD Cream yang sudah pernah aku pakai di video tutorial makeu up aku.
Mungkin kalian bertanya-tanya apa sih beda BB Cream, CC Cream, dan DD Cream ? Sebelum itu tonton dulu Video Tutorial Make Up di bawah ini ya :) 



REVIEW : Wardah Everyday Fruity Sheer Lip Balm

Hi readers,
Februari datang, finally selesai UAS. Dan itu artinya Diah libur sebulan deh :) Well, sebenernya ngerasa agak kikuk plus mager dengan balik nulis di blog. Selama ini ada banyak sih produk yang bisa aja aku review, tapi selain punya kesibukan di kampus ada juga rasa malas menulis di blog hehhhe
Nah supaya ngga makin malas, aku mulai hari ini dengan menulis review yang ringan-ringan aja seringan lip balm.
Aku balik cerita ke jaman SMA deh, 2013. Waktu itu kan lip tint dan lip cream belum terlalu banyak ada. Terus juga mana berani anak SMA saat itu make lip tint/lip cream ke sekolah, yang ada ditegur guru nanti, kan malu hehhe Jadi, waktu itu pake lip balm yang berubah warna jadi pink kayak lip ice gitu, udah sangat keren pada masanya. Aku juga dulu cuma make lip ice sih hehhe
Lalu, di akhir 2018 kemarin, Wardah pun mengeluarkan produk yang bernama Wardah Wardah Everyday Fruity Sheer Lip Balm. Entah kenapa aku langsung tertarik pingin beli karena ngerasa cukup bosan pake lip…